SAMBUTAN DUTA BESAR REPUBLIK INDONESIA PADA PERINGATAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-63 PDF Print E-mail
Thursday, 21 August 2008

Image

Bismillahhirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Saudara-saudara sekalian,

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena pada hari ini kita sebagai Warga Negara Indonesia masih diberi kesempatan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-63.

Pemimpin besar revolusi kita, Bung Karno dan Hatta telah memproklamisikan Kemerdekaan Indonesia itu pada tanggal 17 Agustus 1945. Semenjak itu, Bangsa Indonesia sudah tegak sama tinggi dan sejajar dengan bangsa-bangsa manapun di dunia ini. Untuk itu marilah kita bersama memberikan penghormatan yang tinggi kepada segenap pejuang dan pahlawan bangsa, serta para pendahulu kita. Jasa-jasanya dan pengorbanan mereka harus kita balas dengan menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara kita, serta bekerja keras mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan tersebut.

Peringatan HUT RI kali ini bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional; 80 Tahun Sumpah Pemuda; dan 10 Tahun reformasi. Sejarah perjalanan bangsa ini telah membuktikan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang tangguh, bangsa yang selalu mampu mengatasi tantangan zaman. Setiap cobaan yang kita alami membuat kita lebih tegar, setiap krisis yang kita hadapi membuat kita lebih kuat dan setiap tantangan yang silih berganti membuat kita lebih bersatu.

Semenjak bergulirnya reformasi 10 tahun lalu, bangsa Indonesia  telah berubah menjadi bangsa yang dinamis dan penuh harapan. Kita sudah pulih dari krisis moneter yang dulu melumpuhkan Indonesia. Kita telah berhasil melaksanakan reformasi yang menyeluruh di berbagai sektor. Kita telah berhasil menjalani transisi demokrasi yang penuh tantangan, yang kini menjadikan Indonesia Negara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Kita juga berhasil mengembangkan budaya politik baru yang demokratis, yang mengedepankan keterbukaan, kebebasan berpendapat, dan akuntabilitas pada rakyat, di mana sekarang hukumlah yang menjadi panglima. Kita juga berhasil memperkokoh integritas NKRI: Aceh yang damai, Papua yang stabil, serta Maluku, Poso, dan sampit yang tenteram. 

Dengan segala perubahan mendasar tersebut, kita tetap melestarikan jati diri bangsa kita dan senantiasa berpegang kepada empat pilar, yaitu: Pancasila; Undang-Unang Dasar 1945; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); Bhineka Tunggal Ika.

Namun demikian, kita juga menyadari bahwa bangsa kita masih terus diterpa oleh berbagai cobaan yang berat. Karena itulah, kita tidak punya alasan dan tidak punya waktu untuk mengeluh dan berpangku tangan. Kita harus senantiasa optimis dan mengubah mentalitas mudah menyerah menjadi semangat yang berorientasi kepada peluang.

Tahun 2008 ini adalah juga tahun yang sulit dan penuh tantangan. Kita menyimak, harga minyak dunia mencapai titik tertinggi dalam sejarah, harga pangan di berbagai penjuru dunia melonjak drastis. Namun demikian kita patut bersyukur, kondisi Indonesia relatif lebih baik  debanding banyak Negara lain yang mengalami krisis pangan. Bahkan tahun ini Indonesia telah mencapai swa-sembada beras. Kondisi ini harus kita pertahankan untuk memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas harga yang terjangkau oleh masyarakat.
 
  Tahun ini kita juga memasuki tahun politik, bahkan tahun kampanye untuk menghadapi PEMILU pada tahun 2009. Pada tahun 2004, Kita telah membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pesta demokrasi secara Aman, Tertib, Jujur dan Adil dengan melaksanakan pemilihan Presiden yang langsung dipilih oleh Rakyat. Tahun depan, kita harus mampu menjaga prestasi tersebut dan bahkan meningkatkannya. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh warga negara Indonesia yang tinggal di Belanda untuk ikut berpartisipasi aktif mensukses Pemilu tersebut. Sebagai warga negara yang baik, kita harus mempergunakan hak pilih kita. Untuk itu daftarkanlah hak pilih saudara kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang sudah terbentuk.

Saudara-Saudara sekalian,

Tema HUT RI kali ini adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, Serta kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global”.

Tema tersebut  sangat sejalan dengan agenda pembangunan nasional kita, yaitu Agenda Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai; Menciptakan Indonesia yang Adil dan Demokratis; dan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat.

Dalam mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, kita telah berhasil mempertahankan stabilitas sosial, politik, dan keamanan dalam kehidupan masyarakat. Kita telah berhasil mewujudkan perdamaian di Aceh, Maluku, dan Papua; pemberantasan terorisme; pengamanan perbatasan dengan negara-negara tetangga; dan pemberantasan illegal logging / illegal fishing; serta peningkatan kapasitas TNI dan polisi.

Kondisi yang aman dan damai ini juga menjadi faktor pendorong bagi pengembangan di sektor pariwisata. Tahun ini kita juga sudah mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata Indonesia (Visit Indonesia Year 2008) dengan target wisatawan mancanegara sebanyak 7 juta orang. Insyaallah dengan promosi pariwisata yang intensif dan konsisten, pada tahun 2008 ini kita akan dapat mencapai target wisman Belanda ke Indonesia sebanyak 160.000 orang.

Selain itu dalam dunia diplomasi, kondisi dalam negeri kita yang stabil, aman dan damai  telah membuat postur diplomasi Indonesia semakin tampil mengemuka. Kepercayaan dunia kepada Indonesia semakin tinggi yang terbukti Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan berbagai pertemuan penting internasinal serta dipercaya memimpin berbagai badan PBB dan  organisasi internasional lainnya.

Sementara itu dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis, kita telah melakukan pemberantasan korupsi; Pemilihan Kepala daerah dengan damai dan tertib; kebebasan pers; pemantapan pelaksanaan otonomi daerah dan reformasi birokrasi. 

Dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, dalam tahun 2007 kita telah mengupayakan: Peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi 6,3%; Penurunan angka pengangguran menjadi 9.11%; Penurunan angka kemiskinan menjadi 16,6%; Peningkatan  anggaran pendidikan mencapai 20% dalam tahun 2009; Pengendalian laju inflasi (6,3%); Stabilitas nilai rupiah; Penguatan cadangan devisa dan peningkatan ekspor.

Saudara-Saudara sekalian,

Dalam konteks hubungan Indonesia – Belanda, kita juga patut bersyukur bahwa hubungan bilateral kedua negara terus berkembang dan semakin solid dari tahun ke tahun.  Semenjak tahun 2005 hubungan kedua negara telah memasuki era baru, di mana kedua negara telah berkomitmen untuk menghilangkan semua hambatan, menutup lembaran lalu dan mengembangkan kerjasama yang lebih baik di masa datang. Bahkan saat ini,  kedua negara tengah mengembangkan kerjasama dalam bentuk ”Comprehensive Partnership” yang akan menjadi payung bagi peningkatan kerjasama di segala bidang.

Pada kesempatan ini ada baiknya juga saya menyinggung beberapa  raihan kerjasama yang sudah dicapai   kedua negara selama ini, yaitu:

  • Semakin solidnya kerjasama kedua negara di bidang  politik, ekonomi, dan sosial budaya;
  • Peningkatan volume perdagangan kedua negara yang selalu meningkat dan surplus bagi Indonesia;
  • Peningkatan pangsa pasar wisata Indonesia di Belanda
  • Peningkatan investasi Belanda di Indonesia (naik dari ranking 11 menjadi rangking 8); dan
  • Peningkatan kerjasama pembangunan.

Berbagai perkembangan positif tersebut tentunya tidak membuat kita lupa diri, kita harus berkarya lebih baik lagi untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera di masa datang.

Akhir kata, saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk saling bahu-membahu, bekerjasama mengisi kemerdekaan yang telah kita peroleh serta mengisi era baru hubungan Indonesia – Belanda dengan karya nyata yang lebih baik.

Terima kasih
Wassalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Results 1 - 1 of 4
Copyright © indonesia.nl
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC The Hague